Sholat [-o<

Subuhnya dimana aku berada masih enak dalam
kelambu
rindu, sambil berfoya-foya dengan waktu, masa
bagaikan
menderu, langkah tiada arah tuju, fikiran terus
bercelaru,
terlupa aku semakin diujung waktu, siapa aku
didepan Robb
ku
Zuhurnya, aku lebih memikirkan kelaparan,
kehausan dan
istirahatku, aku lebih mementingkan tuntutan
jabatanku,
aku bertolak angsur dengan waktu, aku gembira
membilang
keuntungan, aku terlupa betapa besar kerugian,
jira aku
menggadaikan sebuah ketaatan, siapa diriku di
depan Robb
ku.
Asarnya, aku lupa warna, masa cepat berubah
bagaikan
diburu-buru, aku masih dengan secawan kopiku,
terlupa
panas tidak dihujung kepala, aku masih bercerita
tentang
si Tuah yang setia dan si Jebat yang durhaka,
siapa diriku
di depan Robb ku.
Magribnya, aku melihat warna malam, tetapi
aku masih
bersembunyi di sebalik tabirnya, mencari sisa-sisa
keelokan, tidak terasa ruang masa yang singkat,
jalan yang
bertingkat-tingkat, ruginya berlipat-lipat, siapa
diriku
di depan Robb ku.
Isyaknya, karena masanya yang panjang, aku
membiarkan
penat menghimpit menggangguku, aku rela terlena
sambil
menarik selimut biru, bercumbu dengan waktuku,
siapa aku
di depan Robb ku.
***
Kini aku bertanya-tanya sampai kapan aku
akan melambatkan
sujudku, ketika alzan berkumandang lagi aku
membiarkan
Masjid menjadi sepi, padahal diujung hidup ada
mati.
Bagaimana jenasah akan di bawa sembahyang di
sini, jira
ruangku dibiarkan kosong, jika wajahku menjadi
asing, pada
mentari dan juga bintang-bintang.
Ini sholatkubagaimana dengan sholatmu?
Mungkin taka da
salahnya bertanya pada AllahYa Allah
bagaimana aku
hambaMU yang hina ini kelak di hadapanMU.
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.
Bertakwalah
kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik
di dunia
ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu
adalah luas.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah Yang
dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(QS Az
Zumar:10)

[Setap musibah yang menimpa ke atas orang-
orang mukmin
yang berupa sakit yang berterusan, sakit yang
biasa dan
kesedihan bahkan membawa lepada kebingungan
dari musibah
yang dia alami, maka dengan hal yang demikian
itu
merupakan penghapus bagi kesalahan-
kesalahannya.(Riwayat
Bukhari dan muslim)

Leave a Reply