Archive for June, 2006

Huuhhh.. sebel

Saturday, June 17th, 2006

Duh udah seminggu ini diem-diem-an terus nich ama kakak.
kakak knapa sich, kmaren khan bukannya sengaja, lagian khan emang begitu resiko-nya kalo punya adek macem dede, yach wajar lah kalo hal kayak begitu terjadi.
padahal khan dede dah minta maaf, koq ampe sekarang masih nge-bete-in gitu sich, pake nge-block semua kartu dede, dede khan juga manusia yang butuh ini dan itu, sebenernya ada apa sich, gak kasihan apa sama mami, kakak emang gak pernah dewasa yach, kakak macem apa tuh yang masih suka ngambek, jangan sampe dede balik kayak dulu lagi lho, kakak khan udah janji bakal ngejagain dede, kalo nge-langgar ntar dihantuin lho.

kalo dalem 3 hari ini kakak masih juga blom maafin dede, brarti mulai saat itu kita gak ada lagi hubungan sodara, dan kalo ketemu lagi nanti dede bakalan hajar kakak ampe sekarat *ngancem mode on*

KESOU BAKA

BTT (Boring Tingkat Tinggi)

Thursday, June 15th, 2006

bosen
+
bete
=

mati aja dech

Hitam dan Putih

Tuesday, June 13th, 2006

Lembaran hitam yang kembali memutih
Mengawali hidup tanpa mengakhiri
Antara diam dan bicara
Tak terlihat lagi kini
Tak terdengar lagi kini

Apakah karena dinding yang kita bangun telah poranda
Lalu kemanakah sisa-sisa puing itu
Puing yang menorehkan ingatan kita
Puing yang menorehkan ikatan kita
Yang terlihat hanya tembok baru yang dingin

Lembaran putih yang kemudian menghitam
Selalu mengakhiri tanpa pernah mengawali
Labirin kehidupan tak mau membawa arah
Semakin memudar saja warna-warna kita
Semakin membiaskan segalanya

Diantara hitam dan putih
Telah tersamarkan
Diantara hitam dan putih
Tidak terbatasi
Manakah yang hitam dan yang putih

Terendap sudah semua kini
Menghilangkan semua goresan
Lara sudah relung hati ini
Mengalirkan tetesan tetesan kepedihan

Tidak kah kau lihat aku disini
Selalu berdiri diantara hitam dan putih
Tidak kah kau rasakan aku disini
Dua sisi yang harus ku lewati

Ruang dan waktu semakin berlari
Meloncati hitam dan putih
Kenapa aku menjadi hitam
kenapa aku menjadi putih
Pertentangan diantara hitam dan putih
Yang merenggut aku dari segalanya

Teori Tektonik Lempeng

Monday, June 5th, 2006
makeURL(”sumber : http://www.agus-haris.net”,”eHNsL2J1bGxldGluLnhzbA==”);sumber : http://www.agus-haris.net

An-Nahl 16:15
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya
bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia
menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar
kamu mendapat petunjuk.”

An-Naml 27:88
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia
tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai
jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu;
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.”

Anggapan lama pernah ada pada abad-abad yang
lampau bahwa bumi adalah sesuatu yang rigid atau
kaku sementara benua-benua berada pada
kedudukannya yang tetap tidak berpindah-pindah.
Setelah ditemukannya benua Amerika dan dilakukan
pemetaan pantai di Amerika dan Eropa ternyata
terdapat kesesuaian morfologi dari pantai-pantai
yang dipisahkan oleh Samudera Atlantik. Hal ini
menjadi titik tolak dari konsep-konsep yang
menerangkan bahwa benua-benua tidak tetap akan
tetapi selalu bergerak. Konsep-konsep ini dibagi
menjadi tiga menurut perkembangannya (Van
Krevelen, 1993) :

1. Konsep yang menerangkan bahwa terpisahnya benua
disebabkan oleh peristiwa yang katastrofik dalam
sejarah bumi. Konsep ini dikemukakan oleh Owen dan
Snider pada tahun 1857.

2. Konsep apungan benua atau continental drift
yang mengemukakan bahwa benua-benua bergerak
secara lambat melalui dasar samudera, dikemukakan
oleh Alfred Wegener (1912). Akan tetapi teori ini
tidak bisa menerangkan adanya dua sabuk gunung api
di bumi.

3. Konsep paling mutakhir yang dianut oleh para
ilmuwan sekarang yaitu Teori Tektonik Lempeng.
Teori ini lahir pada pertengahan tahun
enampuluhan. Teori ini terutama didukung oleh
adanya Pemekaran Tengah Samudera (Sea Floor
Spreading) dan bermula di Pematang Tengah Samudera
(Mid Oceanic Ridge : MOR) yang diajukan oleh Hess
(1962).

Pada awalnya ada dua benua besar di bumi ini yaitu
Laurasia dan Gondwana kemudian kedua benua ini
bersatu sehingga hanya ada satu benua besar
(supercontinent) yang disebut Pangaea dan satu
samudera luas atau yang disebut Panthalassa (270
jt th yll). Dari supercontinent ini kemudian
terpecah lagi menjadi Gondwana dan Laurasia (150
jt th yll) dan akhirnya terbagi-bagi menjadi lima
benua seperti yang dikenal dan ditempati oleh
manusia sekarang. Terpecah-pecahnya benua ini
menghasilkan dua sabuk gunung api yaitu Sirkum
Pasifik dan Sirkum Mediteranean yang keduanya
melewati Indonesia. Mekanisme penyebab terpecahnya
benua ini bisa diterangkan oleh Teori Tektonik
Lempeng sebagai berikut :

1. Penyebab dari pergerakan benua-benua dimulai
oleh adanya arus konveksi (convection current)
dari mantle (lapisan di bawah kulit bumi yang
berupa lelehan). Arah arus ini tidak teratur, bisa
dibayangkan seperti pergerakan udara/awan atau
pergerakan dari air yang direbus. Terjadinya arus
konveksi terutama disebabkan oleh aktivitas
radioaktif yang menimbulkan panas.

2. Dalam kondisi tertentu dua arah arus yang
saling bertemu bisa menghasilkan arus interferensi
yang arahnya ke atas. Arus interferensi ini akan
menembus kulit bumi yang berada di atasnya. Magma
yang menembus ke atas karena adanya arus konveksi
ini akan membentuk gugusan pegunungan yang sangat
panjang dan bercabang-cabang di bawah permukaan
laut yang dapat diikuti sepanjang
samudera-samudera yang saling berhubungan di muka
bumi. Lajur pegunungan yang berbentuk linear ini
disebut dengan MOR (Pematang Tengah Samudera) dan
merupakan tempat keluarnya material dari mantle ke
dasar samudera. MOR mempunyai ketinggian melebihi
3000 m dan lebarnya lebih dari 2000 km, atau
melebihi ukuran Pegunungan Alpen dan Himalaya yang
letaknya di daerah benua. MOR Atlantik (misalnya)
membentang dengan arah utara-selatan dari lautan
Arktik melalui poros tengah samudera Atlantik ke
sebelah barat Benua Afrika dan melingkari benua
itu di selatannya menerus ke arah timur ke
Samudera Hindia lalu di selatan Benua Australia
dan sampai di Samudera Pasifik. Jadi keberadaan
MOR mengelilingi seluruh dunia.

3. Kerak (kulit) samudera yang baru, terbentuk di
pematang-pematang ini karena aliran material dari
mantle. Batuan dasar samudera yang baru terbentuk
itu lalu menyebar ke arah kedua sisi dari MOR
karena desakan dari magma mantle yang
terus-menerus dan juga tarikan dari gaya gesek
arus mantle yang horisontal terhadap material di
atasnya. Lambat laun kerak samudera yang terbentuk
di pematang itu akan bergerak terus menjauh dari
daerah poros pematang dan ‘mengarungi’ samudera.
Gejala ini disebut dengan Pemekaran Lantai
Samudera (Sea Floor Spreading).

4. Keberadaan busur kepulauan dan juga busur
gunung api serta palung Samudera yang memanjang di
tepi-tepi benua merupakan fenomena yang dapat
dijelaskan oleh Teori Tektonik Lempeng yaitu
dengan adanya proses penunjaman (subduksi). Oleh
karena peristiwa Sea Floor Spreading maka suatu
saat kerak samudera akan bertemu dengan kerak
benua sehingga kerak samudera yang mempunyai
densitas lebih besar akan menunjam ke arah bawah
kerak benua. Dengan adanya zona penunjaman ini
maka akan terbentuk palung pada sepanjang tepi
paparan benua, dan juga akan terbentuk kepulauan
sepanjang paparan benua oleh karena proses
pengangkatan. Kerak samudera yang menunjam ke
bawah ini akan kembali ke mantle atau jika bertemu
dengan batuan benua yang mempunyai densitas sama
atau lebih besar maka akan terjadi mixing antara
material kerak samudera dengan benua membentuk
larutan silikat pijar atau magma. (Proses mixing
terjadi pada kerak benua sehingga tidak akan lebih
dalam dari 30 km di bawah permukaan bumi). Karena
sea floor spreading terus berlangsung maka magma
hasil mixing yang terbentuk akan semakin besar
sehingga akan menerobos batuan-batuan di atasnya
sampai akhirnya muncul ke permukaan bumi membentuk
deretan gunung api.

Kondisi Geologi Dinamis Indonesia

Kepulauan Indonesia terbentuk karena proses
pengangkatan sebagai akibat dari penunjaman
(subduksi). Lempeng (kerak) yang saling
berinteraksi adalah Kerak Samudera Pasifik dan
Hindia yang bergerak sekitar 2-5 cm per tahun
terhadap Kerak Benua Eurasia. Jadi Indonesia
merupakan tempat pertemuan 3 lempeng besar
sehingga Indonesia merupakan salah satu daerah
yang memiliki aktivitas kegempaan yang tertinggi
di dunia. Terdapat dua sabuk gunung api yang
melewati Indonesia yaitu Sirkum Mediteranean
sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Hindia ke
dalam Kerak Benua Eurasia, dan Sirkum Pasifik
sebagai akibat penunjaman Kerak Samudera Pasifik
ke dalam Kerak Benua Eurasia.

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai pelajaran bagi kita:

1. Gunung api selalu bergerak (dalam skala waktu
geologi) mengikuti pergerakan benua-benua karena
adanya dinamisme mantle bumi (arus konveksi).
Fenomena ini sebagaimana yang telah disebutkan
dalam Al-Qur’an, “Dan kamu lihat gunung-gunung
itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal
ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah)
perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh
tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 27:88)

2. Gunung api muncul karena tekanan yang tinggi
pada magma hasil mixing sehingga akan menerobos ke
atas. Andaikan saja magma ini tidak bisa menerobos
ke atas membentuk gunung-gunung api maka tentulah
akan tersimpan tekanan pada dapur magma yang
sangat besar dan akan terus bertambah karena
penunjaman masih terus berlangsung. Dengan
demikian pada kondisi seperti itu apabila batuan
sekitar yang menampung magma tersebut terlampaui
batas elastisitasnya maka akan terjadi bencana
gempa bumi yang teramat sangat hebatnya. Fenomena
ini pun telah tersurat dalam Al-Qur’an, “Dan Dia
menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu
tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan)
sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat
petunjuk.” (QS. 16:15)

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu
dustakan?” (QS. 55:13)
Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.

Kamisama

Sunday, June 4th, 2006

by: deden/irsa/sekar

Tai you ga nishi no, tai you ga nishi no
Suiheiseng ni sizunda toki

Tai you ga nishi no, tai you ga nishi no
Suiheiseng ni sizunda toki

Watashi wa jibun no sitekita koto
Hitotsu hitotsu o omo dasitemita

Kamisama, yoruga otozureta toki
Kamisama, tai you ga szumu to doujini
Jibun ga nandomo kurikaesitekita
Ayamichi o kuyonde
Naitemo douka oyorushi kudasai

I proud to be a Muslim

Friday, June 2nd, 2006
sumber : Chandra Kurniawan

Bom meledak. Bumi berguncang. Mayat-mayat
tak bersalah bergelimpangan. Anak menjadi yatim
dan istri menjadi janda. Kebencian dan kemarahan
meledak di dalam dada, teriring dengan
mengalirnya airmata kepiluan.

Kemiskinan merajalela. Aqidahkan tergadaikan.
Bumi menjadi rusak karena keserakahan. Toko-
toko di jarah dan dibakar. Manusia tiba-tiba
menjadi biadab dan liar!

Lantas kemudian orang-orang kafir mencemooh
dengan nada sinis: “Inikah Islam itu, yang
membiarkan orang-orang tak bersalah menjadi
korban? Inikah Islam itu, yang kemiskinan adalah
seolah menjadi miliknya dan kekumuhan seolah
menjadi rumahnya?” “Orang-orang semacam
inikah di antara kita yang di beri anugerah oleh
Allah kepada mereka?” (Al An’am: 53). “Mengapa
Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-
pasar?” (Al Furqan: 7). Dengan pernyataannya itu,
mereka hendak membuat goyah keyakinan dan
semangat juang kaum Muslimin. Sebagian orang
yang dangkal ilmunya dan kering amalnya
termakan perkataan itu. Islam tak lagi
dibanggakan.

Wahai kaum muslimin…
Wahai generasi pejuang…
Wahai orang-orang beriman…
Engkau adalah orang yang paling tinggi aqidahnya,
putih lagi kokoh sekokoh gunung, benar sebenar
fajar, lagi sempurna sesempurna pengembannya,
yaitu Rasulullah SAW.

Paling tinggi yang disembahnya, karena
penguasa, Tuhan, penolong, pemberi kehidupan,
dan yang memberi rezeki; adalah Allah SWT,
Tuhan Yang Esa.

Paling tinggi tamsilnya. Ia merupakan intisari
pengajaran, kesimpulan norma-norma semua
umat, dan kecemerlangan yang tidak didapati
dalam kitab suci lainnya.

Paling tinggi Kitabnya. Ia merupakan wahyu yang
diturunkan, tidak mengandung kebathilan, baik dari
depan maupun belakangnya, tidak membosankan
sekalipun banyak diulang, tidak pernah habis
keajaibannya, dan tidak pernah habis usianya.

Paling tinggi risalahnya, karena bersifat rabbani,
internasional, komprehensif, lagi sempurna. Ia
merupakan rahasia penyelamatan alam,
perbendaharaan keberuntungan manusia, dan
sumber keselamatan di dunia dan akhirat bagi
manusia.

Paling tinggi pimpinannya, karena dia terpelihara
lagi didukung oleh wahyu, menang melalui hujjah
atas orang-orang yang sebelummu, hakim yang
adil, pengemban kebenaran, penyebar keutamaan,
dan anutan umat manusia.

Paling tinggi sejarahnya. Di urutan yang paling
atas terdapat Ash Shiddiq, Al Faruq, Dzun Nurrain,
Abus Sibthain, Saif Allah, penolong-penolong
Rasulullah, kepercayaan umat, dan sebagainya.

Paling tinggi pengorbanannya, maka tanyakanlah
kepada Badar, Uhud, Qadisiyah, Yarmuk, Hathin,
dan Ain Jalut. Tanyakanlah kepada tengkorak
orang-orang yang mulia di dunia mengapa mereka
dipenggal? Tanyakanlah kepada darah para
pahlawan di lembah-lembah yang diramaikan
mengapa mereka dialirkan? Tanyakanlah kepada
tubuh yang suci, karena prinsip apakah ia dibunuh?

Paling tinggi warisannya. Engkau tidak punya
kisah seribu satu malam, igauan Plato, mimpi
Shakeshpare, atheisme Nietszhe. Akan tetapi
engkau punya Kitab yang dibaca, sunnah yang
diikuti, ayat-ayat dan nasihat-nasihat, bukti yang
nyata, cahaya, petunjuk, dan penawar segala
penyakit yang ada dalam kalbu.

Wahai orang-orang yang futur….
Wahai orang-orang yang semangatnya luntur…
Apakah engkau lupa kita pernah berjaya? Apakah
engkau lupa kita pernah berkuasa? Memayungi
duapertiga dunia, merentas benua melayari
samudera. Keimanan dan ketakwaan rahasia
mereka gapai kejayaan.

Majulah wahai anak bangsa kita bina kekuatan
jiwa menempuh perjuangan! Gemilang generasi
yang silam membawa arus perubahan. Keikhlasan
hati dan nurani, ketulusan jiwa mereka berjuang.

Sejarah telah mengajar kita budaya Islam di serata
dunia, membina peradaban berjaya. Merubah,
mengangkat kemuliaan! Katakanlah pada orang-
orang kafir itu: Sesungguhnya Aku Bangga
Menjadi Seorang Muslim.

(chandra)

Sains Menemukan Tuhan..

Friday, June 2nd, 2006
makeURL(”sumber : http://penulis-muda.blogdrive.com”,”eHNsL2J1bGxldGluLnhzbA==”);sumber : http://penulis-muda.blogdrive.com

Saya bukan seorang ahli biologi tetapi saya
menyukai biologi. Saya
bukan seorang ahli fisika tetapi saya menyukai
fisika…. Saya hanya
seorang anak manusia yang menyukai ilmu
pengetahuan secara
keseluruhan. Sejak kecil saya bercita-cita ingin
menjadi seorang
ilmuwan yang bekerja di sebuah laboratorium fisika-
kimia.

Tapi mungkin pada saat ini usaha saya itu belum
kesampaian. Saya
hanya baru bisa merangkaikan kembali menjadi
satu-kesatuan yang
indah, yang sebelumnya tercerai berai. Mungkin
kelak saya akan kearah sana. Pekerjaan saya
saat ini merupakan salah satu tahapan untuk
kearah sana.

Bagi saya, ilmu pengetahuan adalah jalan menuju
Tuhan. Kemarin,
ketika saya membaca Al Quran, bersama-sama
dengan adik saya, saya kembali menemukan ayat
yang menyatakan hal ini, "Allah menyatakan
bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang
berhak disembah), Yang menegakkan keadilan.
Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga
menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan
melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Ali Imran 18)

Beberapa tahun lalu, saya tengah duduk di tepi
laut pangandaran pada suatu petang, memandang
gelombang yang datang bergulung-gulung dan
merasakan irama nafas saya, ketika tiba-tiba saya
menyadari seluruh lingkungan saya seolah-olah
terlibat dalam suatu tarian kosmik raksasa. Saya
tahu bahwa pasir, batu karang, air, dan udara di
sekitar saya terdiri dari molekul-molekul dan atom-
atom yang bergetar, dan atom-atom ini terdiri
partikel-partikel yang saling berinteraksi satu sama
lain dengan jalan menciptakan dan memusnahkan
partikel-partikel lain. Saya juga tahu bahwa
atmosfir bumi terus- menerus dihujani oleh ’sinar-
sinar kosmik’, yakni partikel-partikel berenergi
tinggi yang mengalami tabrakan berkali-kali
sementara mereka menerobos masuk ke udara.

Bagaimana pemahaman-pemahaman spiritual
(spiritual insights) dapat timbul sendiri muncul dari
lubuk kesadaran. Saya ingat pengalaman pertama
saya seperti itu. Karena muncul setelah bertahun-
tahun berpikir secara analitis, pengalaman itu
terasa begitu melanda sehingga air mata saya
bercucuran.

Untuk sebuah permulaan, saya merasa takjub
dengan keteraturan dan keseimbangan alam
semesta ini. Saya merasa takjub dengan desain
pada tubuh manusia. Saya takjub dengan matahari
yang bersinar terik, rembulan yang begitu indah,
petir yang berkilauan keemasan, warna pelangi
yang membuat mata terkesima. Saya membaca
beberapa buku Harun Yahya, artikel-artikel fisika
David Bohm, artikel-artikel neurosains Karl
Pribram, artikel-artikel holografik Michael Talbot,
buku-buku Fritjof Capra (the turning point dan the
tao of physics), buku-buku Murthada Muthahari,
buku-buku Herbert Benson (beyond the relaxation
response dan timeles healling), dan lain
sebagainya. Ketika saya membaca buku-buku itu,
saya terus-menerus mendapatkan pencerahan.

Saya merasa yakin jika sains, pada saatnya nanti,
akan mengarahkan pandangannya kepada Islam.
Mereka akan memberikan bukti tentang keesaan
Allah SWT. Saya juga merasa yakin jika alam
semesta ini adalah berada pada tingkatan
sekunder dari realitas yang sesungguhnya. Saya
membaca buku-buku ulama-ulama terdahulu
seperti ar razi, ibnu miskawyh, ibnu arabi, al jami,
rumi, mullah shadra dan saya juga membaca
pemikiran kontemporer Osman Bakar, al attas,
nashr, … mereka menyebutkan hal yang sama
dengan apa yang ditemukan teori- teori sains saat
ini.

Sebagian orang mengatakan bahwa memadukan
sains dan agama adalah sesuatu hal yang
mustahil. Bagi mereka, sains adalah sains dan
agama adalah agama. Pada satu titik memang
betul. Tetapi jelas, memisahkan secara
keseluruhan adalah sebuah tindakan yang kurang
bijaksana. Di dalam Al Quran sendiri dijelaskan
bahwa sains berfungsi sebagai jalan mengenal
Tuhan.

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-
tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi
(afaq) dan pada diri mereka sendiri (anfus),
sehingga jelas bagi mereka kebenaran (al haq)
itu." (Fushshilat 53).

Di dalam ayat ini kita dapat mengambil
kesimpulan bahwa "di segala
wilayah bumi" (afaq) dan "pada diri mereka sendiri"
(anfus). Jelas
terdapat dua kategori ayat yaitu yang eksternal,
disimbolkan dengan
cakrawala dan yang internal, disimbolkan oleh diri.
Yang eksternal
merupakan gejala-gejala alam, obyek ilmu-ilmu
kealaman. Yang internal merupakan gejala-gejala
budaya, obyek ilmu-ilmu kemanusiaan. Kedua
jenis ayat tersebut diciptakan agar kita mengenal
dan memahami kebenaran (al haq) yaitu Yang
Maha Pencipta, Allah SWT dan firman-Nya Al-
Quran.

Mereka yang berpikir parsial mengemukakan
bahwa jurnal-jurnal sains yang membahas
masalah mistisme dan mengait-ngaitkan temuan
sains dengan ayat-ayat di dalam kitab suci (Al
Quran) adalah bagian dari pseudo-sains (sains
palsu). Ya, itu hak mereka. Tapi apakah mereka
sadar jika apa-apa yang dikemukakan dalam jurnal
tersebut mengambil banyak data dari temuan
sains mutakhir? Bahkan para ilmuwan ternama
saat ini mengakui lebih dari satu metodologi dalam
sains itu sendiri. Sebagaimana tutur Basil Hiley,
seorang pakar fisika di Birbeck College di
London, "menunjukkan bahwa kita harus siap
mempertimbangkan paham-paham baru yang
radikal mengenai realitas."

"Wahai Tuhan kami, jauhkanlah kami dari
keterikatan pada keindahan dunia, dan
tampakkanlah pada kami watak segala
sesuatu "sebagaimana adanya". Lepaskan dari
mata kami tirai kejahilan, dan tunjukkan pada kami
segala sesuatu sebagaimana adanya. Jangan
tampakkan pada kami yang tiada seperti ada, dan
jangan pula jatuhkan tirai ketiadaan pada indahnya
keberadaan. Jadikanlah dunia fenomena ini cermin
yang memantulkan wujud keindahan-Mu, bukan
sebuah tirai yang memisahkan dan menjauhkan
kami dari-Mu. Jadikanlah fenomena tak nyata dari
alam semesta ini menjadi sumber pengetahuan
dan pemahaman bagi kami, bukan penyebab
kejahilan dan kebutaan. Keterasingan dan
keterputusaan kami dari keindahan-Mu berasal
dari kesalahan kami sendiri. Jauhkanlah
kami dari diri kami sendiri, dan ikatkan pada kami
pengetahuan yang
dekat mengenai-Mu." (Doa Sufi Imam
Abdurrahman Al Jami