| sumber : Chandra Kurniawan
Bom meledak. Bumi berguncang. Mayat-mayat tak bersalah bergelimpangan. Anak menjadi yatim dan istri menjadi janda. Kebencian dan kemarahan meledak di dalam dada, teriring dengan mengalirnya airmata kepiluan.
Kemiskinan merajalela. Aqidahkan tergadaikan. Bumi menjadi rusak karena keserakahan. Toko- toko di jarah dan dibakar. Manusia tiba-tiba menjadi biadab dan liar!
Lantas kemudian orang-orang kafir mencemooh dengan nada sinis: “Inikah Islam itu, yang membiarkan orang-orang tak bersalah menjadi korban? Inikah Islam itu, yang kemiskinan adalah seolah menjadi miliknya dan kekumuhan seolah menjadi rumahnya?” “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang di beri anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Al An’am: 53). “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar- pasar?” (Al Furqan: 7). Dengan pernyataannya itu, mereka hendak membuat goyah keyakinan dan semangat juang kaum Muslimin. Sebagian orang yang dangkal ilmunya dan kering amalnya termakan perkataan itu. Islam tak lagi dibanggakan.
Wahai kaum muslimin… Wahai generasi pejuang… Wahai orang-orang beriman… Engkau adalah orang yang paling tinggi aqidahnya, putih lagi kokoh sekokoh gunung, benar sebenar fajar, lagi sempurna sesempurna pengembannya, yaitu Rasulullah SAW.
Paling tinggi yang disembahnya, karena penguasa, Tuhan, penolong, pemberi kehidupan, dan yang memberi rezeki; adalah Allah SWT, Tuhan Yang Esa.
Paling tinggi tamsilnya. Ia merupakan intisari pengajaran, kesimpulan norma-norma semua umat, dan kecemerlangan yang tidak didapati dalam kitab suci lainnya.
Paling tinggi Kitabnya. Ia merupakan wahyu yang diturunkan, tidak mengandung kebathilan, baik dari depan maupun belakangnya, tidak membosankan sekalipun banyak diulang, tidak pernah habis keajaibannya, dan tidak pernah habis usianya.
Paling tinggi risalahnya, karena bersifat rabbani, internasional, komprehensif, lagi sempurna. Ia merupakan rahasia penyelamatan alam, perbendaharaan keberuntungan manusia, dan sumber keselamatan di dunia dan akhirat bagi manusia.
Paling tinggi pimpinannya, karena dia terpelihara lagi didukung oleh wahyu, menang melalui hujjah atas orang-orang yang sebelummu, hakim yang adil, pengemban kebenaran, penyebar keutamaan, dan anutan umat manusia.
Paling tinggi sejarahnya. Di urutan yang paling atas terdapat Ash Shiddiq, Al Faruq, Dzun Nurrain, Abus Sibthain, Saif Allah, penolong-penolong Rasulullah, kepercayaan umat, dan sebagainya.
Paling tinggi pengorbanannya, maka tanyakanlah kepada Badar, Uhud, Qadisiyah, Yarmuk, Hathin, dan Ain Jalut. Tanyakanlah kepada tengkorak orang-orang yang mulia di dunia mengapa mereka dipenggal? Tanyakanlah kepada darah para pahlawan di lembah-lembah yang diramaikan mengapa mereka dialirkan? Tanyakanlah kepada tubuh yang suci, karena prinsip apakah ia dibunuh?
Paling tinggi warisannya. Engkau tidak punya kisah seribu satu malam, igauan Plato, mimpi Shakeshpare, atheisme Nietszhe. Akan tetapi engkau punya Kitab yang dibaca, sunnah yang diikuti, ayat-ayat dan nasihat-nasihat, bukti yang nyata, cahaya, petunjuk, dan penawar segala penyakit yang ada dalam kalbu.
Wahai orang-orang yang futur…. Wahai orang-orang yang semangatnya luntur… Apakah engkau lupa kita pernah berjaya? Apakah engkau lupa kita pernah berkuasa? Memayungi duapertiga dunia, merentas benua melayari samudera. Keimanan dan ketakwaan rahasia mereka gapai kejayaan.
Majulah wahai anak bangsa kita bina kekuatan jiwa menempuh perjuangan! Gemilang generasi yang silam membawa arus perubahan. Keikhlasan hati dan nurani, ketulusan jiwa mereka berjuang.
Sejarah telah mengajar kita budaya Islam di serata dunia, membina peradaban berjaya. Merubah, mengangkat kemuliaan! Katakanlah pada orang- orang kafir itu: Sesungguhnya Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim.
(chandra) |