aku di sini berdiri dalam sisi lain dunia ku
menatap bintang dalam satu rasi keheningan
semua tatapan tatapan tajam menerpa jalan hidup ku
tak cukup hanya dengan berkata aku dapat melewatinya
akankah sang waktu sudah tak peduli lagi dengan ku
dengan kilauan sinar jingga di kejauhan mentari
yang memudarkan cahaya hingga ke relung hati
tak hanya kosong yang ku dapat kan
mengapa kesedihan ini tak kunjung berujung
apakah sudah tak ada lagi kebuntuan
kemanakah perginya bebatuan yang semula menghalangi
karena sekarang sudah tak sempat lagi ku berpeluh
ku angkat tangan ku tinggi menunjuk langit
ku palingkan wajah ku dari sinar keangkuhan
menjulang tinggi bersama seluruh mimpiku
menguaplah sudah semua keinginanku
sadarkah bila tidak ada aku
yang tak ada sahabat seperti sahabat
atau mutiara tanpa kilau
kemudian bintang selayak bintang
semua yang terjadi bukanlah keinginanku
juga bukan keinginan siapa-siapa
lalu kutanya pada diri ku
untuk apa aku berdiri di sisi lain dunia ku
ku tahu sebuah jawaban akan tersirat di kemudian hari
hari dimana mereka sedang ramai berkumpul di hadapan ku
tapi tak lagi ku lihat mereka tertawa dan tersenyum
hanya tangisan dan tetesan kesedihan yang mengawali ke hidupan baru ku
aku percaya semua orang akan mengalami nya
aku tak menyalahkan sang waktu
aku juga tak menyalahkan siapa-siapa
yang aku salahkan kenapa aku tak sadar untuk apa sebenarnya aku
aku menulis ini untuk kau yang telah menjadi bintang dalam kegelapan malam
dan mentari dalam keheningan fajar yang memancarkan pesona
dalam diam ku,,, benak ku,,, pikiran ku,,,
akan ku sudahi bukan dengan akhir yang indah tetapi dengan awal yang indah