Archive for February, 2007

Yellow Moon

Monday, February 19th, 2007

Yesterday I called up everyone I knew on my cell phone
I was out in a strange park, poorly playing fuzz guitar
Yellow Moon, even now, on the count of three, open your eyes
Shadow Moon, you’re still dreaming
Open your eyes
Open your eyes
With our backs facing each other
Open your eyes. When will we meet?
Every day, every night, I sing, as I think about you
I want to send you all these scattered emotions
Magical chord change, a sleepless town
A special jazz guitar song, in a soft minor key

Kanan dan Kiri

Monday, February 19th, 2007

Dalam sepi ku bertanya
hati pun menyendiri termenung
kanan pun tak lagi terbawa
kiri pun kini tersandung

Sisi kanan dunia ku
dipenuhi dorongan-dorongan
Sisi kiri dunia ku
dipenuhi tarikan-tarikan

dalam kanan dunia ku
diam tak bergeming menatap langit
bimbang tenggelam dalam pilu
termakan waktu yang semakin sengit

dalam kiri dunia ku
riuh bersorai bak gemericik curug
lunglai dalam kebisuan yang kaku
diiringi nyanyian membujuk

semua telah membiaskan arti
terpaku oleh secercah penghinaan
terbawa oleh secarik keangkuhan
kemana diriku akan berlari

ke kanan kah
yang berarti harus meninggalkan
ke kiri kah
yang berarti harus mengorbankan

apakah kanan
selalu baik untuk jalan ku
apakah kiri
selalu buruk untuk langkah ku

semakin terpuruk dalam kebimbangan
akan kah kanan menjadi kiri
peluh ku membahana dalam kerisauan
akan kah kiri menjadi kanan

manakah kali ini yang akan ku pilih
kanan kah atau kiri kah
dua sisi yang juga harus ku lewati
yang juga merenggut ku dari segalanya

Dimanakah sisi lain dunia ku

Monday, February 19th, 2007

aku di sini berdiri dalam sisi lain dunia ku
menatap bintang dalam satu rasi keheningan
semua tatapan tatapan tajam menerpa jalan hidup ku
tak cukup hanya dengan berkata aku dapat melewatinya

akankah sang waktu sudah tak peduli lagi dengan ku
dengan kilauan sinar jingga di kejauhan mentari
yang memudarkan cahaya hingga ke relung hati
tak hanya kosong yang ku dapat kan

mengapa kesedihan ini tak kunjung berujung
apakah sudah tak ada lagi kebuntuan
kemanakah perginya bebatuan yang semula menghalangi
karena sekarang sudah tak sempat lagi ku berpeluh

ku angkat tangan ku tinggi menunjuk langit
ku palingkan wajah ku dari sinar keangkuhan
menjulang tinggi bersama seluruh mimpiku
menguaplah sudah semua keinginanku

sadarkah bila tidak ada aku
yang tak ada sahabat seperti sahabat
atau mutiara tanpa kilau
kemudian bintang selayak bintang

semua yang terjadi bukanlah keinginanku
juga bukan keinginan siapa-siapa
lalu kutanya pada diri ku
untuk apa aku berdiri di sisi lain dunia ku

ku tahu sebuah jawaban akan tersirat di kemudian hari
hari dimana mereka sedang ramai berkumpul di hadapan ku
tapi tak lagi ku lihat mereka tertawa dan tersenyum
hanya tangisan dan tetesan kesedihan yang mengawali ke hidupan baru ku

aku percaya semua orang akan mengalami nya
aku tak menyalahkan sang waktu
aku juga tak menyalahkan siapa-siapa
yang aku salahkan kenapa aku tak sadar untuk apa sebenarnya aku

aku menulis ini untuk kau yang telah menjadi bintang dalam kegelapan malam
dan mentari dalam keheningan fajar yang memancarkan pesona
dalam diam ku,,, benak ku,,, pikiran ku,,,
akan ku sudahi bukan dengan akhir yang indah tetapi dengan awal yang indah

Yellow Moon

Monday, February 19th, 2007

Yesterday I called up everyone I knew on my cell phone
I was out in a strange park, poorly playing fuzz guitar
Yellow Moon, even now, on the count of three, open your eyes
Shadow Moon, you’re still dreaming
Open your eyes
Open your eyes
With our backs facing each other
Open your eyes. When will we meet?
Every day, every night, I sing, as I think about you
I want to send you all these scattered emotions
Magical chord change, a sleepless town
A special jazz guitar song, in a soft minor key